Kamis, 22 Oktober 2015



Program usaha Burung Puyuh



JENIS
Kelas               : Aves
Ordo                : Galiformers
Sub Ordo        : Phasianoidae
Famili:             : Phasianidae
Sub Famili       : Phasianinae

MANFAAT

1.      Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
2.      Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perbotan rumah tangga lainnya
3.      Kotorannyasebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik

PERSYARATAN LOKASI

1.      Lokasi jauh dari kermaian dan pemukiman penduduk
2.      Lokasi mempunyai strategi transportasi,terutama jalur sarana produksi peternakan dan jalur pemasaran
3.      Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
4.      Bukan merupakan daerah sering banjir
5.      Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik

TEKNIS BUDIDAYA

Persiapan sarana dan peralatan

1.      Perkandangan

Perkandangan perlu diperhatikan, adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25° C, kelembaban kandang berkisar antara 30-80%, penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini beralaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.
Model kandang puyuh ada 2 macam yaitu system liter (kandang sekam) dan system sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terkahir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.
Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
a.       Kandang untuk pembibitan
Kandang ini berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idelanya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.
b.      Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi untuk induk pembibit. Kandang ini, mempunyai bentuk, ukuran dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
c.       Kandang untuk anak puyuh/umur stater (kandang indukan)
Merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur stater, mulai umur satu hari sampai tiga minggu. Kandang ini diperlukan alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering dipakai adalah lebar 100cm, panjang 100cm, tinggi 40 cm dan tinggi kaki 50 cm(cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
d.      Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
e.       Bentuk ukuran sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat rem.

2.      Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat pakan, tempat minum, tempat bertelur dan obat-obatan.

Penyiapan bibit
           
Yang perlu diperhatikan oleh  peternak sebelum memulai usahanya adalah memahami 3 unsur produksi usaha peternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan dan pengelolaan usaha peternakan.
Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan ada 3 macam tujuan pemeliharaan burung puyuh yaitu :
1.      Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari penyakit karier.
2.      Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan putuh petelur afkiran.
3.      Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

Pemeliharan

1.      Sanitasi dan tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh, kebersihan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
2.      Pengontrolan penyakit
Dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari poultry shop.
3.      Pemberian pakan
Ransum pakan yang dapat diberikan untuk  puyuh terdiri dari beberapa bentuk yaitu pellet, remah-remah dan tepung. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu dipagi hari.
4.      Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis setengah dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit. 

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

Analisis Usaha Budidaya

1.      Investasi
a.       Kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m
(1 jalur + tempat makan dan minum)                                            Rp. 2.320.000,-
b.      Kandang besar                                                                              Rp. 1.450.000,-

2.      Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)
a.       Ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ)                             Rp. 1.596.000,-
b.      Obat (vitamin + vaksin)                                                                Rp.    145.000,-
c.       Pakan (selama 60 hari)                                                                  Rp. 2.981.200,-
Jumlah biaya produksi                                                                        Rp. 4.722.200,-
Keadaan puyuh:
-          Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)
-          Resiko mati 5% sisa 1900
-          Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina
(285 jantan, 1615 betina)
-          Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp. 3.625,- betina dan Rp. 725 jantan
-          Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan                                             Rp. 4.408.000,-
Minus                                                                                            Rp.   -314.200,-

3.      Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
-          200 DOQ x Rp 798,-                                                                    Rp.    159.600,-
-          Obat (vitamin dan vaksinasi)                                                        Rp.    290.000,-
-          Pakan (sampai umur 3 minggu)                                                     Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan
71 ekor jantan (25% jantan layak bibit)                                              Rp. 5.264.051,-
Jumlah biaya produksi                                                                        Rp. 8.173.576,-
Keadaan puyuh:
-          Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373 butir
-          Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp. 75,-                                             Rp.   7.723.125,-
-          Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp. 3.625,-                                Rp.   5.854.375,-
-          Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp. 798,-                                       Rp.        59.850,-
-          Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp. 725,-                                 Rp.      115.150,-
-           
4.      Keuntungan dari hasil penjualan                                                         Rp.   5.618.924,-

5.      Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)
a.       Biaya untuk umur 4-8 bulan                                                         Rp.   1.625.137,-

6.      Pendapatan
a.       Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,-                                Rp. 20.080.125,-
b.      Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,-                                      Rp.   1.288.770,-
c.       Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp. 725,-                                         Rp.        51.475,-
d.      Hasil jantan afkir (2 bulan) 214 ekor @ Rp. 725,-                        Rp.      155.150,-

7.      Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual                         Rp. 10.950.113,-

Analisis dihitung pada tahun 2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar